LOMBA CASE STUDY CHALLENGE DARI PERUSAHAAN GENERAL ELECTRIC (GE)

LOMBA CASE STUDY CHALLENGE DARI PERUSAHAAN GENERAL ELECTRIC (GE)

 

Terlampir informasi menarik tentang lomba case study challenge dari perusahaan General Electric (GE) untuk semua mahasiswa/i S1 di Indonesia (preferably to Economic/Engineering students)
Syaratnya:
          Buat tim yang terdiri dari 4 mahasiswa/i S1 di universitas yang sama
          Segera registrasi di http://goo.gl/pIucCt sebelum tanggal 30 September 2013
          Setelah registrasi, akan dikirimkan case studynya pada tanggal 1 Oktober dan disubmit pada tanggal 28 Oktober 2013
          Untuk keterangan selanjutnya, silakan cek 2 file pdf yang saya kirim dan bisa langsung menghubungi panitia via
FB:https://www.facebook.com/GEChallengeID Twitter:https://twitter.com/GEChallengeID
Informed by SUKRISNO TBI’10, FB: Sukrisno Nino

 

Global Energy Essay Contest 2013

Interesting contest to participate..
the prizes are quite amazing for essay contest…1st and 2nd winner will get round trip to USA especially New York…grab it fast..

THE GLOBAL ENERGY ESSAY CONTEST

The Global Energy Essay Contest provides an exciting opportunity for college and university students around the world to engage in critical thinking and present their ideas and solutions to tackle the key energy issues that humanity faces today.

As energy resources become scarce and climate change becomes an increasingly pressing reality, it is imperative to involve and engage students—the decision-makers of tomorrow—to discuss real and practical solutions on how energy can be used and provided in a sustainable and accessible way.

The Global Energy Essay Contest provides a platform for students from all backgrounds with an opportunity to share and expand their unique understanding of the worldwide urgency surrounding these issues, and the opportunity to be recognized for important contributions to shaping a sustainable future for all.

Essay Topic

The United Nations General Assembly unanimously declared 2014‑2024 as the Decade of Sustainable Energy for All, underscoring the importance of energy issues for sustainable development and for the elaboration of the post-2015 development agenda.

Taking inspiration from this, we would like students to write an essay addressed to UN Secretary General Ban Ki-moon on the following topic:

A Vision for The Decade (2014-2024) of Sustainable Energy for All

Eligibility

The essay contest is open to all students from across the world that are currently enrolled in university working towards a degree program (B.A., B.S., M.A., M.S, M.B.A, M.Ed., Ph.D., etc). We strongly encourage students from all disciplines who have an interest in energy and sustainability issues to participate.

Essay Contest Guidelines

  • The essay must be written in English, typed and double-spaced
  • The essay should contain between 1,200 to 1,500 words (excluding bibliography and citations)
  • Students must produce their own work and use proper citations where appropriate. Common styles such as APA or MLA are acceptable and should be consistent throughout the essay
  • References should appear as endnotes, not footnotes.

Prizes

The First and Second place winners will receive US$1000 and $500, respectively as well as an invitation to the Global Energy Conference at the United Nations from December 11-12, 2013. The First place winner will also have a speaking opportunity during the award presentation ceremony. Airfare, accommodation and travel visa to New York will be covered. The top ten finalists will receive certificates from Global Energy Initiative.

How to Enter

  • Pre-register your name and school details
  • Please upload your essay in Word or PDF format to EssayContest2013@GlobalEnergyInitiative.org
  • Include the application form in your email, which can be downloaded here
  • The subject line of the email should read “Global Sustainable Energy Essay Contest 2013”
  • The essay should be saved as follows: First & Last Name University (e.g. Jane Smith_ University of Maryland)
  • The deadline for submission is October 28, 2013. Prize winners will be announced on November 8, 2013.

Link: http://www.globalenergyinitiative.org/our-work/global-sustainable-energy-essay-contest.html

Informed by SUKRISNO TBI’10, FB: Sukrisno Nino

 

A TBI’s student wrote an article in Kompas

Siti Nurhasanah (TBI’10), one of Kelas Khusus International/KKI (International Class) students has successfully written an article in Kompas, one of popular daily newspaper (Kompas, September 17 2013). She shared her experiences of teaching practicum in Sekolah Indonesia Kinabalu, Sabah, West Malaysia.To see her article, please check this link http://epaper.kompas.com/kompas/books/130917kompas/#/35/.

Sukses Menjadi Guru yang Menyenangkan

 Menjadi seorang guru tentunya menjadi tantangan tersendiri, bahkan kita (guru) sering berpikir “Apakah kita termasuk guru ideal bagi murid-murid? Apakah murid-murid selalu mengharapkan kehadiran kita? Seperti apakah guru ideal itu?”

Pada dasarnya tugas guru yang paling utama adalah mengajar dan mendidik. Sebagai pengajar ia merupakan medium atau perantara aktif antara siswa dan ilmu pengetahuan, sedang sebagai pendidik ia merupakan medium aktif antara siswa dan haluan/filsafat negara dan kehidupan masyarakat, dan dalam mengembangkan pribadi siswa serta mendekatkan mereka dengan pengaruh-pengaruh dari luar yang baik dan menjauhkan mereka dari pengaruh-pengaruh yang buruk. Dengan demikian seorang guru wajib memiliki segala sesuatu yang erat hubungannya dengan bidang tugasnya, yaitu pengetahuan, sifat-sifat kepribadian, serta kesehatan jasmani dan rohani.

Setiap orang bisa membuat daftar panjang berisi kriteria-kriteria seorang guru ideal. Tentunya, dengan criteria yang berbeda pula. Akan tetapi menjadi guru ideal (baik, menyenangkan, dikagumi dan dihormati oleh anak didik serta masyarakat sekitar) tidak semudah menulis daftar criteria tersebut. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil.

Pertama. Berusahalah tampil di depan kelas dengan penuh semangat. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di depan kelas tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

Kedua. Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.

Ketiga. Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

Keempat. Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emosinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

Kelima. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak beranibertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.

Keenam. Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

Ketujuh. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”

Kedelapan. Tidak sombong.Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun panggillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

Kesembilan. Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.

Related links (source):

http://dionesaliaski.wordpress.com/pendidikan/islami/kiat-sukses-menjadi-guru-yang-menyenangkan/

Kenali Potensimu

KARAKTERISTIK OTAK KIRI

DAN OTAK KANAN

(didaptasi dari Torrance, 1980)

 Dominasi Otak Kiri:

 

1. Intelektual ingat nama

2. Merespon instruksi verbal dan penjelasan

3. Mencoba secara sistematis dan dengan control

4. Membuat penilaian objektif

5. Terencana dan terstruktur

6. Menyukai informasi tertentu yang pasti

7. Pembaca analistis

8. Mengandalkan bahasa dalam berpikir dan mengingat

9. Menyukai bicara dan menulis

10. Menyukai tes pilihan ganda

11. Mengontrol perasaan

12. Tak pintar menafsir bahasa tubuh

13. Jarang menggunakan metafora

14. Condong pada pemecahan masalah secara logis

 

Dominasi Otak Kanan:

 

1.Intuitif  ingat wajah

2.Merespons instruksi yang diperagakan, digambarkan,atau simbolis

3. Mencoba secara acak dan tidak terlalu menahan diri

4. Membuat penilaian subjektif

5. Mengalir dan spontan

6. Menyukai informasi tak pasti yang sulit dipahami

7. Pembaca yang membuat sintesis

8.Mengandalkan citra saat berpikir dan mengingat

9. Menyukai gambar dan objek bergerak

10. Menyukai pertanyaan terbuka

11. Lebih bebas dengan perasaan

12. Pintar menafsir bahasa tubuh

13.Sering menggunakan metafora

14. Condong pada pemecahan masalah secara intuitif

 

 

 

Kunjungan Dekan Universiti Kebangsaan Malaysia

Pada hari Kamis, 12 September 2013, di Aula Kampus 1 STAIN Salatiga, untuk kesekian kalinya STAIN Salatiga mendapatkan kunjungan dari negara serumpun, Malaysia. Pada kesempatan itu STAIN mendapatkan kunjungan dari Dekan Kajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) , Prof. Dr. Mohd. Nasran Mohammad, beserta para delegasi. Hadir pula ketua STAIN Salatiga, Dr. Imam Sutomo, M.Ag, Petinggi STAIN Salatiga, Dosen, dan para mahasiswa.

Pertemuan pada siang itu dipandu oleh alumni STAIN Salatiga; Marisa Fran Lina & Dedy Khisbulloh. yang pada acara tersebut juga ikut memamerkan salah satu busana khas Indonesia, yaitu batik Pekalongan. Acara tersebut kemudian dibuka dengan sambutan dari Ketua STAIN Salatiga. Dan tidak ketinggalan pula para mahasiswa juga ikut berpartisipasi dengan menampilkan kebudayaan Indonesia, di antaranya tarian yang berasal dari Riau yaitu tari Pabubung serta iringan musik Indonesia dan Melayu dari tim SMC STAIN Salatiga. Kunjungan ini menitik beratkan pada pengenalan lingkungan STAIN Salatiga, yang meliputi organisasi (Senat) STAIN Salatiga, fakultas dan program studi, mahasiswa, serta lingkungan perkuliahan. Dan sebaliknya pula, Prof. Dr. Mohd. Nasran Mohammad juga memberikan penjelasan tentang lingkungan akademis Universiti Kebangsaan Malaysia yang sebagian besar pengajar/tenaga pendidik (dosen) merupakan warga negara Indonesia. Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sambutan dari STAIN Salatige (Red. STAIN Salatiga) yang cukup istimewa yang tidak  terduga-duga dengan ucapan khas Melayu beliau.

Setelah perkenalan seputar kampus, Ketua STAIN Salatiga dan Dekan UKM saling bertukar cinderamata berupa vandel dan jurnal-jurnal kampus kemudian dilanjutkan dengan pengambilan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Sedangkan Letter of Intent atau lebih dikenal sebagai LoI guna mempererat kerjasama kedua belah pihak akan ditangguhkan oleh pihak UKM sampai tahun depan (2014).

Meskipun begitu, satu hal yang paling menarik dalam acara siang itu adalah disajikannya makanan dan  minuman khas Indonesia, dan salah satu diantaranya adalah aneka jajan pasar dan es dawet. Pada akhir acara, para tamu dari malaysia membawa pulang kain batik khas Indonesia sebagai buah tangan. (F&T)

Pentingnya Berolahraga bagi Mahasiswa

Selasa, 17 September 2013

Hidup sehat merupakan harapan bagi setiap orang, termasuk mahasiswa. Sebagai seorang mahasiswa kuliah, tugas, organisasi, merupakan rutinitas yang setiap hari tidak bisa dihindari. Seperti sebuah mesin ,otak kita dipaksa untuk terus bekerja dan berpikir kreatif. Alhasil, menyebabkan kelelahan yang berimbas pada menurunnya konsentrasi kita saat mengikuti perkuliahan. Oleh sebab itu, olahraga dapat menjadi pilihan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.

Pada dasarnya dengan berolahraga, manfaat pertama yang kita rasakan adalah tubuh  menjadi sehat dan tidak mudah terkena penyakit. Sebagai hasilnya, kita selalu dapat menghadiri perkuliahan.

Manfaat yang kedua, dengan berolahraga pikiran kita akan menjadi segar kembali. Otak kita yang penuh dengan berjuta-juta tugas akan menjadi segar dan siap untuk menerima tugas baru tentunya dengan ide yang baru pula.

Ketiga, berolahraga dapat mengurangi rasa mengantuk dan kelelahan. Ini merupakan masalah yang sering dialami oleh mahasiswa. Kurangnya konsentrasi pada saat menerima perkuliahan dan rasa mengantuk merupakan ciri bahwa tubuh kita perlu untuk sering digerakkan. Namun kita kurang menyadari akan hal itu. Dan seringnya beranggapan hal itu terjadi karena kurang menariknya topik atau cara penyampaian dosen yang kurang bagus.

Selanjutnya, tanpa kita sadari dengan berolahraga secara rutin akan menjadikan kita untuk selalu berpikir positif dan meningkatkan rasa percaya diri kita. Tubuh yang sehat, pikiran yang segar tentunya akan menghasilkan pikiran yang positif yang nantinya akan tersebar keseluruh tubuh.  Dan pada akhirnya kita akan tampil lebih percaya diri karena aura pikiran positif kita akan terpancar dari dalam diri kita.(F&T)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

How to Get a Scholarship

Jum’at, 06 September 2013

kuliah-murahMendapatkan beasiswa ke luar negeri, tentunya menjadi idaman bagi setiap orang (mahasiswa). Setiap mahasiswa berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan untuk dapat memperdalam ilmu sembari berjalan-jalan gratis.

Hal ini didukung juga dengan begitu banyaknya universitas luar negeri yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di sana. Dari mulai kursus pendek (Short Course), S2 (Master Degree), S3 ( Post Graduate), Asisten Pengajar (Lecturer Assistant) , Penelitian (Research Program), dan masih banyak program lainnya. Seperti sebuah peribahasa, ” dimana ada semut, di situ pasti ada gula”, dimana ada beasiswa disitu pasti banyak pelamarnya. Memang tidak dapat dipungkiri, meskipun banyak kesempatan, tetapi pelamarnya juga semakin banyak. Sederhananya, saingan kamu semakin banyak.

Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir selama masih ada kesempatan, pasti di situ ada peluang. Semoga nasehat berikut ini dapat meloloskan kamu untuk mendapatkan beasiswa tersebut:

1. Pastikan kamu mendapat restu dari orang tua

Ini merupakan hal pokok dan utama yang harus kamu lakukan. Sampaikan kepada orang tuamu bahwa kamu berniat untuk melamar beasiswa ke luar negeri. Jangan sampai segala sesuatunya sudah kamu persiapkan namun akhirnya kamu tidak jadi mengirim aplikasimu karena terganjal restu dari orang tua. Tentunya kamu akan merasa kecewa yang mendalam. Tetapi, jika orang tua mendukung, insyallah  jalan kamu untuk mendapatkan beasiswa tersebut semakin mudah.

2. Pilihlah beasiswa yang kamu minati dan sesuai dengan bidang kamu

Hal ini dimaksudkan agar kamu mempunyai peluang yang lebih besar untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Karena secara tidak langsung kamu sudah mengetahui background cabang ilmu yang ditawarkan oleh beasiswa tersebut. Sebagai hasilnya, kamu akan bersemangat dan berusaha sebaik mungkin karena beasiswa yang kamu pilih sesuai dengan minta kamu.

3. Pelajari dan pahami betul beasiswa yang akan kamu ambil

Setelah kamu memilih beasiswa yang sesuai dengan bakat dan minat kamu, selanjutnya yaitu mempelajari dan memahami persyaratan yang harus dipenuhi. Sebagai contohnya, kamu harus paham betul apakah itu termasuk full scholarship atau not-full scholarship, ketentuan-ketentuan selama kamu menjadi mahasiswa di sana (kontrak belajar/ MoU) ataupun setelah pulang dari sana, dan juga persyaratan untuk aplikasi.

4. Mempersiapkan TOEFL

Tidak dapat dipungkiri bahwa beasiswa luar negeri tidak dapat dipisahkan dari TOEFL (Test Of English as a Foreign Language). Meski tidak semua beasiswa menjadikan TOEFL sebagai syarat utama, akan tetapi sebagian besar mengharuskan nilai TOEFL ( TOEFL ITP) yang tinggi sebagai salah satu persyaratan (biasanya score minimum adalah 500). Bahkan bisa dikatakan tinggi rendahnya nilai TOEFL menjadi gerbang pertama. Sehingga jika kamu mempunyai keinginan untuk belajar di luar negeri, alangkah baiknya jika kamu mempersiapkan diri kamu semenjak semester pertama. Hal ini dimaksudkan agar kamu bisa meraih score TOEFL yang maksimum.

5. Banyak bertanya kepada Dosen, Foreigner, atau mahasiswa yang pernah atau sedang menerima beasiswa ke luar negeri

Semakin  kamu sering bertanya maka semakin memantapkan diri kamu untuk melamar beasiswa tersebut. Saran, nasehat, serta pengalaman mereka juga mematangkan persiapan diri kamu. Selain itu, hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan apakah kamu benar-benar mampu tinggal di luar negeri ( selengkapnya akan dijelaskan pada poin ke enam). Tentunya, kamu bisa meminta bantuan mereka untuk memberikan koreksi terhadap form aplikasi (cara menulis aplikasi yang benar), serta bagaimana cara mempersiapkan diri kamu menghadapi tes wawancara. Bahkan, kamu harus meminta surat rekomendasi dari Dosen untuk meyakinkan sponsor bahwa kamu memang pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

6. Mempersiapkan Mental dan Financial

“Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalangnya”. Kamu tentu tahu arti dari peribahasa ini bukan? Yang intinya adalah setiap negara mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda. Itu yang harus kamu garis bawahi. Kita harus sadar bahwa hidup di luar negeri tidak semudah yang kita bayangkan. Mungkin ketika melamar, yang kamu pikirkan hanyalah tentang diterima atau tidaknya tanpa berpikir cara beradaptasi di sana. Mungkin sebagian besar dari kamu akan menjadikan masalah adaptasi setelah sampai di sana, tapi bukankah ini lebih baik jika dipersiapkan dari awal? Sebagai contohnya, kamu harus mempelajari wilayah yang akan kamu tempati jika kamu diterima (cuacanya, lingkungannya, dan yang pasti bergaul dengan native itu tidak mudah). Kamu juga harus banyak membaca buku tentang bagaimana hidup di luar negeri. Jadi pahami betul karakter orang luar negeri. Meskipun itu bisa dilakukan ketika di sana, tapi tidak ada salahnya sedia payung dulu sebelum hujan ataupun panas.

Selain hal di atas, kita harus siap untuk menabung jauh-jauh hari. Meski itu full scholarship, tetapi kita juga perlu mempersiapkan keuangan kita. Setidaknya kita bisa menggunakan uang kita sendiri untuk kebutuhan yang mendadak di luar kebutuhan kuliah. Tidak usah terlalu besar, secukupnya saja. Yang utama kita bisa mengatur keuangan kita sebaik mungkin. Jangan sampai kuliahnya belum selesai, uangnya sudah habis. (hehehe)

7. Berdoa

Meskipun ini langkah terakhir, akan tetapi langkah ini mempunyai kekuatan luar biasa. Sekeras-kerasnya kita berjuang, jika Tuhan tidak meridhoi tentu itu tidak akan terkabul/tercapai. Jadi, dalam berusaha, tunjukkan kepada Tuhan bahwa kita pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Namun, jika Tuhan berkata lain yakinlah bahwa itu bukan yang terbaik untuk kita. Dan percayalah juga bahwa Tuhan punya rencana lain, jika tidak tahun ini, mungkin tahun berikutnya. Yang penting tetap optimis. Ingat, dibuka dengan restu orang tua, dan di tutup denga ridho Tuhan, insyallah dilancarkan. Amin. (F&T)

 

 

Scholarship (Community Solutions Program)

#USAlumniID – Exchange Opportunity Community Solutions Program

The Public Affairs Section is pleased to announce an exchange program opportunity, the Community Solutions Program (CSP). The CSP is a program of the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the U.S. Department of State, implemented by IREX. It is a professional development program for the best and brightest global community leaders working in Transparency and Accountability, Tolerance and Conflict Resolution, Environmental Issues, and Women and Gender Issues.

Selected candidates will participate in a four month U.S. fellowship with a local nonprofit organization or government agency, and will also enjoy structured virtual learning and networking via the Online Community Leadership Institute. In addition, they will design and implement follow-on projects in their home countries. The program will also include a small outbound component that will allow up to five U.S. host representatives to travel overseas for approximately two weeks on projects related to the program themes.

Goals: The goal of CSP is for global community leaders to improve their capacity for local community development and serve as ambassadors for increased mutual understanding. CSP leaders:

• Build and strengthen sustainable professional networks with international colleagues and institutions

• Increase their understanding of strategies to address challenges in their community

• Strengthen their management, leadership, and problem-solving skills

Eligibility (TECHNICAL ELIGIBILITY REQUIREMENTS)

Candidates will be considered without regard to race, color, religion, national origin, or gender. Persons with disabilities are strongly encouraged to apply. Competition for the Community Solutions Program is merit-based and open to community leaders, ages 25-38 at the time of application, who meet the following criteria:

• Must be from a participating country (U.S. citizens, permanent residents of the U.S., and individuals who have applied for U.S. permanent residency in the past three years are not eligible for this program). Indonesia is one of the participating country.

• Currently living and working in his/her home country (Individuals participating in academic, training or research programs in the United States at the time of application and individuals residing or working outside their home countries at the time of application are not eligible for this program)

• Currently working on a community project or initiative in his/her home country; and, has at least 2 years of professional experience in this capacity at the time of application

• Able to begin the program in the United States in 2014, and committed to returning to his/her home country after completion of the program

• Able to receive a U.S. J-1 visa (Individuals who have participated in an exchange visitor program sponsored or funded by the U.S. Government and who have not fulfilled their two-year home residency requirement by the time of application are not eligible for this program)

• Proficient in spoken and written English at the time of application The application deadline is Friday, September 20, 2013. Applicants should submit their application directly via online to IREX.

The application and additional information for the 2014 Community Solutions Program is available online at: http://www.irex.org/project/community-solutions.

Related links are also included below. Related links: ECA webpage for the Community Solutions Program – http://1.usa.gov/9HPWn6

IREX website on the program – http://www.irex.org/project/community-solutions

CSP Alumni Bios – http://www.irex.org/people/csp-leaders

Community Solutions on Facebook – http://on.fb.me/qE14Kc

Community Solutions on Twitter – https://twitter.com/cspecairex

 

Community Solutions | IREX – Civil Society, Education and Media Development

www.irex.org

Informed by SUKRISNO TBI’10, FB: Sukrisno Nino