Pembekalan KKL (Studi Banding) TBI ke IALF Bali

Kemarin, Senin 9 Juni 2014, PPP (P3) STAIN Salatiga bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah Prodi TBI (Tadris Bahasa Inggris) mengadakan acara pembekalan KKL/Studi Banding untuk mahasiswa semester VI TBI di Aula Kampus 2 STAIN Salatiga pukul 9 pagi. Acara dibuka oleh MC dari staf P3, Ahmad Samingan, S. PdI kemudian dilanjutkan sambutan dan pembukaan acara secara resmi oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik; Dr. Agus Waluyo, M. Ag..

kkl2Kemudian agenda berikutnya adalah penjelasan teknis perjalanan oleh salah satu agen biro perjalanan RIO DIVA. Menurut beliau, kita akan menggunakan bus ROYAL yang tergolong high class :). Bertolak dari Salatiga, Senin, 16 Juni 2014 sekitar pukul 7 pagi dengan total 7 bis, dan mahasiswa TBI menempati 3 bis. Tujuan transit pertama sekitar pukul 12 atau 1 siang untuk ishoma (lunch) di Ngawi Jawa Timur. Setelah melanjutkan perjalanan, akan turun untuk dinner di daerah Probolinggo, dan diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Ketapang pada dini hari sekitar pukul 1 atau 2 pagi dan bersiap untuk menyeberang.

Setibanya di Pulau Bali diperkirakan subuh dan dilanjut perjalanan beberapa jam menuju Tabanan, Bali untuk mandi, breakfast, dll di restoran tepi pantai yang sangat indah. Tujuan selanjutnya adalah Tanah Lot; eksotika Pura Bali dekat pantai yang dikelilingi oleh ombak Pantai Selatan yang berdebur khas. Setelah itu destinasi berikutnya adalah Bedugul; Pura Bali di dataran tinggi. Kemudian menuju Joger (pusta perbelanjaan khas Bali) di daerah Kintamani serta akan mengunjungi tempat yang menyuguhkan tontonan keanekaragaman tari Bali salah satunya Tari Barong. Sesudah itu, para peserta akan dibawa menuju peristirahatan di Grand Bali Park Hotel, dengan masing-masing kamar dihuni oleh 4 orang, dan mereka bebas untuk menentukan pilihan pasangan temannya sendiri.

kkl4Pagi harinya, setelah breakfast di hotel, peserta akan berangkat menuju ke IALF (Indonesia Australia Language Foundation) Bali yang merupakan tujuan inti dari studi banding ini. Lama perjalanan diperkirakan memakan waktu 3 jam. Studi banding kira-kira akan berakhir jam 12 siang. Kemudian dilanjut ke obyek wisata Tanjung Benoa sekalian untuk ishoma sambil menikmati beberapa wahana yang ditawarkan di sana seperti Banana Boat, Paralayang/Parasailing, dll. Sekitar pukul setengah 3 rombongan akan berangkat menuju Pantai Pandawa yang keindahannya juga tidak kalah dengan pantai-pantai terkenal lainnya di Bali. Untuk dinner, akan mengunjungi Local Resto di sana dan biasanya sekalian berbelanja pernak pernik atau berbagai macam snack khas Bali. Setelah itu, baru kembali ke hotel untuk beristirahat.

Hari terakhir (Kamis) di Bali, peserta akan berjalan-jalan ke Pantai Sanur kemudian dilanjut ke Pasar Seni Sukowati. Baru setelah itu rombongan akan mempersiapkan diri untuk pulang ke Pulau Jawa. Diperkirakan Jumat pagi sudah sampai di Salatiga. Demikian penjelasan teknis oleh Agen Biro Perjalanan tersebut.

Acara pembekalan berikutnya diambil alih oleh Ketua P3, bapak Ahmad Maimun yang menjelaskan lebih kepada hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan fisik. Beliau menuturkan agar para peserta tidak sampai down ketika harus melakukan perjalanan jauh dan dengan jadwal yang cukup ketat. Selain itu, hal keamanan juga sangat penting. Jadi, beliau menyarankan untuk berhati-hati, waspada dan lebih baik tidak membawa barang-barang berhaga seperti perhiasan dalam perjalanan. Sebab, beliau selalu menemukan minimal 1 kasus barang atau uang hilang yang selalu ada ketika studi banding. Maka, diharapkan para peserta bisa menjaga barang-barangnya dengan baik.

kklUntuk agenda selanjutnya, Ibu Mashlihatul Umami, MA selaku Ketua Progdi TBI memberikan pengarahan berupa pembuatan laporan studi banding di IALF Bali yang bertemakan “Classroom Management”. Karena tidak dapat dipungkiri kalau segera setelah studi banding ini dilakukan para mahasiswa semester VI TBI akan mengikuti PPL (praktek mengajar) di sekolah-sekolah tingkat SMP-SMA di sekitar Salatiga. Sehingga, materi tersebut sangat bermanfaat bagi para peserta yang di masa depan akan diarahkan untuk menjadi seorang pengajar/guru. Selain itu, Ibu Umami juga menjelaskan gambaran dari IALF yang berorientasi ke pemberian training atau persiapan tes IELTS untuk sekolah di luar negeri khususnya di Australia. Kemudian, pemaparan diakhiri dengan tanya jawab oleh mahasiswa, dan Ibu Umami menyarankan untuk membuka situs IALF di www.ialf.edu.au untuk informasi lebih lanjut. Di samping itu tidak lupa beliau mengingatkan untuk selalu berdoa di setiap langkah dan tempat-tempat yang dikunjungi karena hanya dengan perlindungan dari Allah kita dapat selamat dari segala mara bahaya. Ini dikarenakan di Bali memang banyak sekali tempat-tempat sakral sehingga lebih baik kita  membentengi diri.

Semoga perjalan studi banding ini berjalan dengan lancar dan membawa berkah… Amien.

Contributor: Marisa Fran Lina

(F)

English Version:

http://tbi.stainsalatiga.ac.id/the-preparations-of-tbi-students-encounter-kkl-road-to-ialf-bali/