Tips Memperoleh Indeks Prestasi (IP) yang Memuaskan

Rabu, 04 September 2013

sinauBagi seorang mahasiswa tinggi rendahnya IP (Indeks Prestasi) merupakan hal yang sangat penting. Bagaimana tidak, IP merupakan hal penentu berapa banyak beban mata kuliah yang dapat diambil setiap semesternya. Di samping itu, rata-rata IP yang kita capai setiap semesternya, akan menjadi penentu kriteria kelulusan kita nantinya, Indeks Prestasi Komulatif (IPK).

Akan tetapi, untuk mendapatkan IP yang bagus/ tinggi tidaklah mudah. Seringkali mahasiswa merasa stress karena mereka merasa sudah belajar dengan benar, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Nah, mumpung masih hangat-hangatnya menjadi mahasiswa, mungkin beberapa saran dari kami ini dapat menjadi referensi untuk mendapatkan IP yang memuaskan.

1.      Langkah pertama

Tentukan target IP awal yang ingin dicapai. Sebagai mahasiswa tentunya kita mempunyai target IP yang ingin kita raih. Bahkan, mungkin semua mahasiswa menginginkan gelar cumlaude terpampang di ijazahnya kelak. Jika dari awal kita sudah menentukan target IP kita, berati kita punya kesadaran diri untuk belajar dengan keras dan berusaha untuk meningkatkan IP kita setiap semesternya.

2.      Langkah kedua

Mulai menciptakan konsep belajar. Seperti halnya, ketika seseorang ingin berperang, tentunya dia sudah mempersiapkan diri dan strategi yang akan digunakan. Begitu juga halnya dengan mahasiswa. Untuk meraih prestasi (IP) yang tinggi mahasiswa tentunya sudah merancang konsep belajarnya. Sebagai contohnya, belajar di pagi hari (setelah subuh) ketika pikiran masih segar dan belum memiliki beban pikiran apapun dan menyiapakan buku-buku referensi atau penunjang mata kuliah.

3.      Langkah ketiga

Memahami mata kuliah yang akan kita ambil. Sebelum memulai perkuliahan, sebaiknya mahasiswa sudah membaca atau belajar tentang mata kuliah yang akan dipelajari. Atau setidaknya mempunyai sedikit gambaran tentang mata kuliah tersebut. Sehingga di dalam perkuliahan, mahasiswa menggunakan waktu tersebut untuk bertanya kepada Dosen (jika menemukan kesulitan) atau menggali informasi lebih lanjut.

4.      Langkah keempat

 Aktif dikelas. Mungkin hal ini terlihat sepele. Akan tetapi terkadang kita tidak menyadari bahwa keaktifan kita selama perkuliahan juga menjadi nilai tambahan. Bahkan, terkadang seorang Dosen akan lebih mengahargai mahasiswanya yang kurang mampu, tetapi dia berusaha aktif di kelas dibandingkan mahasiswa yang pintar namun dia kurang begitu aktif. Termasuk di dalamnya aktif mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh Dosen tersebut.

5.      Langkah kelima

Mencari partner belajar. Ini bisa berasal dari teman seangkatan atau bisa juga kakak angkatan yang kamu rasa dapat dijadikan partner untuk belajar. Jangan malu untuk menggali informasi. Dengan mempunyai partner belajar yang berkomitmen, akan membantu kamu untuk terus termotivasi untuk lebih bersemangat dalam belajarnya. Bahkan, belajar bersama itu jauh lebih menyenangkan daripada belajar sendirian dan masalah yang tidak bisa diselesaikan sendiri, akan menjadi lebih ringan dan mudah untuk diatasi. 

6.      Langkah keenam

Taatilah kontrak belajar. Mungkin lebih tepatnya disiplin. Setip Dosen pengampu mata kuliah tentunya memiliki penilaian dan kontrak belajar tersendiri. Oleh sebab itu kamu perlu memahami karakter dosen terlebih dahulu, dan selanjutnya mematuhi kontrak yang sudah disepakati. Sebagai contohnya, usahakan datang 10 menit sebelum perkuliahan dimulai. Kamu bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk mempersiapkan diri kamu dengan materi yang akan dipelajari. Dan yang terpenting,   usahakan untuk selalu masuk kelas, jika tidak ada halangan yang benar-benar mengharuskan kamu untuk tidak masuk kuliah.

7.      Langkah ketujuh

Jangan sesekali mnyontek. Kenapa? Karena sadar atau tidak, menyontek pada dasarnya membuat kamu menjadi malas untuk menggali potensi kamu. Bahkan, menyontek bisa menjadi kebiasaan yang akhirnya membuat kamu bergantung pada orang lain. Percayalah, sekali kamu menyontek, maka kamu akan ketagihan (ini dari sumber yang terpercaya, lho). Menyontek juga mengubah pandangan pemikiran kamu bahwa yang terpenting adalah nilai yang bagus. Padahal pemikiran itu salah. Yang terpenting adalah penguasaan terhadap materi itu. Bayangkan, kamu dapat nilai bagus dari menyontek, tetapi ketika kamu mendapat pertanyaan dari dosen, kamu tidak dapat mepertanggungjawabkannya, malu kan?

Yakinlah pada kemampuan diri kamu sendiri. Kamu pasti bisa. Nilai murni yang kamu dapat atas usaha belajar kamu sendiri akan memotivasi kamu untuk selalu lebih baik lagi. Dan juga tanamkan pada hati dan pikiran kamu bahwa  “Learning is Fun”. So, say no to “MENYONTEK”.

 

8.      Langkah kedelapan

Menyerahkan segala usaha kepada pemilik nilai yang sesungguhnya, Allah. Sekuat apapun kamu belajar, jika tidak diimbangi dengan berdoa, semua itu hanya percuma. Nah, mungkin ada sebagian dari kamu yang merasa sudah belajar dengan rajin, tetapi nilainya belum maksimal, mungkin itu tandanya kamu harus meningkatkan lagi berdoanya. Dengan berdoa, kita semakin sadar diri bahwa menuntut ilmu bukan hanya mencari nilai saja, tetapi juga meningkatkan kualitas diri kita beberapa derajat.

 

Semoga saran dari kami ini bisa membantu kamu mendapatkan IP yang benar-benar memuaskan. Tapi jangan IP saja ya, yang terpenting penerapan nilainya dalam tingkah laku kita. Selamat berusaha. (F&T)