Kunjungan Dekan Universiti Kebangsaan Malaysia

Pada hari Kamis, 12 September 2013, di Aula Kampus 1 STAIN Salatiga, untuk kesekian kalinya STAIN Salatiga mendapatkan kunjungan dari negara serumpun, Malaysia. Pada kesempatan itu STAIN mendapatkan kunjungan dari Dekan Kajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) , Prof. Dr. Mohd. Nasran Mohammad, beserta para delegasi. Hadir pula ketua STAIN Salatiga, Dr. Imam Sutomo, M.Ag, Petinggi STAIN Salatiga, Dosen, dan para mahasiswa.

Pertemuan pada siang itu dipandu oleh alumni STAIN Salatiga; Marisa Fran Lina & Dedy Khisbulloh. yang pada acara tersebut juga ikut memamerkan salah satu busana khas Indonesia, yaitu batik Pekalongan. Acara tersebut kemudian dibuka dengan sambutan dari Ketua STAIN Salatiga. Dan tidak ketinggalan pula para mahasiswa juga ikut berpartisipasi dengan menampilkan kebudayaan Indonesia, di antaranya tarian yang berasal dari Riau yaitu tari Pabubung serta iringan musik Indonesia dan Melayu dari tim SMC STAIN Salatiga. Kunjungan ini menitik beratkan pada pengenalan lingkungan STAIN Salatiga, yang meliputi organisasi (Senat) STAIN Salatiga, fakultas dan program studi, mahasiswa, serta lingkungan perkuliahan. Dan sebaliknya pula, Prof. Dr. Mohd. Nasran Mohammad juga memberikan penjelasan tentang lingkungan akademis Universiti Kebangsaan Malaysia yang sebagian besar pengajar/tenaga pendidik (dosen) merupakan warga negara Indonesia. Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sambutan dari STAIN Salatige (Red. STAIN Salatiga) yang cukup istimewa yang tidak  terduga-duga dengan ucapan khas Melayu beliau.

Setelah perkenalan seputar kampus, Ketua STAIN Salatiga dan Dekan UKM saling bertukar cinderamata berupa vandel dan jurnal-jurnal kampus kemudian dilanjutkan dengan pengambilan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Sedangkan Letter of Intent atau lebih dikenal sebagai LoI guna mempererat kerjasama kedua belah pihak akan ditangguhkan oleh pihak UKM sampai tahun depan (2014).

Meskipun begitu, satu hal yang paling menarik dalam acara siang itu adalah disajikannya makanan dan  minuman khas Indonesia, dan salah satu diantaranya adalah aneka jajan pasar dan es dawet. Pada akhir acara, para tamu dari malaysia membawa pulang kain batik khas Indonesia sebagai buah tangan. (F&T)